Apa itu Hipnoterapi Kognitif?

Apa itu Hypnotherapy Kognitif?
Dari sekian banyak model terapi psikologis yang telah dikembangkan selama beberapa abad terakhir, hipnoterapi kognitif merupakan salah satu evolusi terbaru. Ini dikembangkan oleh Trevor Silvester (yang sekarang menjalankan Quest Institute di Inggris) pada awal abad ke-21, dan menggunakan teknik dari berbagai arena psikologis modern lainnya, memadukannya ke dalam disiplin tunggal yang baru. Alih-alih mengandalkan hanya pada solusi yang ditetapkan seperti skrip, ia menganggap setiap orang sebagai individu yang unik, dan bertujuan untuk memberikan solusi khusus kepada konsumen dengan masalah yang mereka hadapi.

Intinya adalah kepercayaan, yang pertama kali dijelaskan oleh Stephen Wolinski dalam bukunya “Trances People Live” (1991), bahwa keadaan trans adalah bagian normal eksistensi manusia; Kami melayang masuk dan keluar dari mereka berkali-kali setiap hari, kebanyakan tanpa menyadari bahwa kami melakukannya. Hipnoterapi kognitif menggunakan keadaan alami ini, dengan menggunakan berbagai teknik yang diambil dari disiplin psikologis modern lainnya seperti NLP, terapi kognitif, dan psikologi positif dan evolusioner, untuk membantu klien menemukan dan memahami pikiran, perasaan dan kenangan yang menyebabkan dan mempertahankan pola atau perilaku bermasalah

Hipnoterapi kognitif menegaskan bahwa setiap orang sudah memiliki semua sumber daya yang diperlukan di dalam diri mereka untuk menangani masalah-masalah di bawah kendali psikologis mereka. Terapis selalu berhubungan dengan masalah klien dengan menggunakan model dunia klien sendiri, dan tidak membiarkan sudut pandang mereka sendiri untuk mewarnai penilaian masalah atau solusi potensialnya. Begitu kedua belah pihak terbiasa dengan pola pikir klien sehubungan dengan masalah tersebut, dan solusi yang diajukan klien (solusi negara), terapis bertindak sebagai panduan yang terampil, dengan menggunakan pilihan alat hipnotis, psikologis dan bahasa (termasuk Wordweaving yang unik) , untuk membantu mengarahkan klien menuju penyelesaian masalah mereka.

hipnoterapi jakarta timur237

Elemen hipnosis terapi digunakan untuk memberikan akses langsung ke pikiran bawah sadar klien, dari mana keadaan trans yang mendorong perilaku yang tidak diinginkan berasal. Hal ini memungkinkan klien, dipandu oleh terapis, untuk secara sederhana dan efektif membingkai ulang perilaku tersebut dengan cara yang paling bermanfaat bagi mereka.

Saat membandingkan hipnoterapi kognitif dengan model terapi lainnya, beberapa perbedaan penting muncul, dan juga beberapa kesamaan.

Psikoanalisa:

Psikoanalisis gaya tradisional Freud didasarkan pada asosiasi bebas, di mana klien berbicara dengan bebas di tempat yang aman dan tidak menghakimi, dan dengan terapis bertindak sebagai pengamat yang tidak memihak, hanya menyuntikkan jika mereka merasa memiliki kesempatan untuk membantu memberikan wawasan. Sementara psikoanalisis, seperti hipnoterapi kognitif, tidak diragukan lagi memanfaatkan fenomena trance (setidaknya sampai tingkat tertentu) dan mempercayai klien yang menemukan solusi mereka sendiri, namun teori ini kurang memiliki definisi front-end yang lebih solid mengenai masalah / solusi klien, dan teknik hipnosis terapeutik yang tajam. (seperti regresi garis waktu). Hal ini cenderung menyebabkan psikoanalisis memakan waktu yang jauh lebih lama untuk mencapai tujuan klien daripada hipnoterapi kognitif.

Behaviorisme:

Behaviourism didasarkan pada gagasan bahwa semua perilaku diperoleh dari lingkungan tempat seseorang tinggal, dengan hasil akhir bahwa individu tersebut terbiasa terbiasa dengan lingkungan mereka. Sementara manusia memiliki kecenderungan (mungkin asal mula evolusioner) untuk membentuk keadaan mereka sendiri, behaviorisme cenderung memandang manusia hanya sebagai organisme refleksif daripada individu yang lebih kompleks, beralasan, berkemauan bebas. Hipnoterapis kognitif akan melihat pendekatan ini agak terbatas, fokus seperti pada tingkat neurologis Perilaku dan Lingkungan, tanpa memperhatikan bagian dalam jiwa individu yang berada di area Kemampuan, Kepercayaan dan Nilai, dan Identitas. Namun, intervensi pada tingkat sebelumnya terkadang berguna sebagai pola interrupts mis. meminta seorang perokok untuk merokok dengan tangan mereka yang berlawanan sehingga mereka menyadari ada sesuatu yang berbeda yang menyebabkan mereka mengevaluasi kembali apa yang sedang mereka lakukan.

Hipnoterapi langsung:

Seorang hipnoterapis langsung yang terlatih secara klasik akan mengevaluasi masalah klien dan kemudian, dengan memanfaatkan fenomena trance, meluruskan solusi mereka terhadap masalah klien. Solusi ini akan diformulasikan dari sudut pandang terapis itu sendiri, dan mungkin melibatkan naskah yang ditetapkan. Hipnoterapis kognitif akan berpendapat bahwa setiap orang memiliki model dunia mereka sendiri sehingga membuat skrip yang ditetapkan relatif tidak efektif, dan bahwa seorang terapis yang memaksakan sudut pandang mereka ke klien membuat solusi tersebut jauh lebih kecil kemungkinannya untuk menjadi efektif; Sebagai contoh, beberapa klien mungkin menolak pernyataan dari tangan jika mereka menyukai ketidaksadaran bawah sadar tentang “diperintahkan” untuk melakukan sesuatu.

hipnoterapi jakarta, klinik hipnoterapi jakarta, tempat hipnoterapi jakarta, hipnoterapi jakarta timur