Aplikasi Online Permudah Masyarakat Buat Dokumen Hukum

Aplikasi Online Permudah Masyarakat Buat Dokumen Hukum

Image Source: https://prepsmarter.com/blog/content/images/2017/03/3146044000150629230223.jpg

Sempat berkarier selaku Head of Legal di sebuah perusahaan elektronik international, Dimas Prasojo banyak menangani hal-hal di perusahaan yang berhubungan dengan legalitas, perizinan, perjanjian, dan produk hukum lainnya.

Dari pengalamannya, Dimas menemukan salah satu permasalahan yang cukup menonjol di Indonesia. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap hukum.

Menurut Dimas, salah satu penyebabnya adalah masyarakat merasa bahwa hukum itu mahal dan berada di luar jangkauan mereka. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, Dimas kemudian mendapatkan ide untuk mendirikan PopLegal pada November 2015.

PopLegal adalah platform on-line untuk membantu masyarakat yang ingin mengurus dokumen bisnis dan criminal, namun aksesnya terbatas. Mereka memanfaatkan bantuan teknologi untuk mempercepat dan mempermudah proses pembuatan dokumen-dokumen hukum.

“Kami percaya bahwa pengetahuan hukum dan kemajuan teknologi adalah kombinasi terbaik untuk menghadirkan sebuah solusi yang dicintai dan dibutuhkan oleh masyarakat secara luas,” ucap Dimas.

Menurut Dimas, kurangnya kesadaran masyarakat dan terbatasnya akses terhadap pembuatan dokumen bisnis juga salah satunya disebabkan oleh kurangnya jumlah ahli hukum atau advokat.

“Saat ini rasionya adalah satu advokat untuk sepuluh ribu penduduk, sementara di Amerika, rasionya adalah satu advokat untuk 250 penduduk,” jelas Dimas.

Oleh karena itu, platform ini tak hanya membantu masyarakat dalam membuat dokumen hukum, namun juga menyediakan informasi terkait permasalahan hukum yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Kamu dapat mengakses informasi membuat dokumen melalui situs resmi PopLegal.

Dari perjanjian pra-nikah hingga izin mendirikan usaha

Target utama PopLegal saat ini adalah usaha kecil menengah (UKM) dan startup. Oleh karena itu, template dokumen yang disiapkan oleh PopLegal pun kebanyakan masih berkaitan dengan kebutuhan mendirikan UKM atau startup.

Akan tetapi, mereka juga melayani pembuatan dokumen hukum lainnya, bahkan yang bersifat private. Dokumen yang terseia di antaranya adalah perjanjian pra nikah, perjanjian saat memulai perusahaan, perjanjian kerjasama, perjanjian tenaga kerja, dan berbagai dokumen hukum bisnis baik untuk perusahaan maupun personal lainnya.

Jika perlu membuat perjanjian, pengguna hanya perlu mendaftar di PopLegal. Kemudian, kamu bisa memilih dokumen dan melengkapi sejumlah informasi yang diperlukan. Untuk setiap dokumen, kamu akan dikenakan tarif mulai dari Rp50 ribu hingga Rp150 ribu.

Menurut Dimas, dokumen-dokumen tersebut sudah divalidasi oleh sebuah kantor hukum. Sehingga, dokumen yang kamu dapatkan melalui platform ini memang sudah terjamin kekuatan hukumnya.

Produk terbaru akan bantu startup dan UKM urus izin usaha

Saat ini PopLegal telah memiliki empat produk utama. Yaitu, PopDocs, PopSupport, PopDMS (Document Management System), dan PopInc.

PopDocs adalah layanan pembuatan dokumen secara on line yang bisa kamu lakukan dengan mengisi semacam formulir on line. Sementara PopSupport adalah layanan konsultasi permasalahan hukum dengan praktisi hukum.

PopDMS adalah layanan yang memanfaatkan SaaS (software program as a provider) untuk berbagi, mendiskusikan, serta melakukan pengubahan pada dokumen tertentu.

Produk terbaru mereka adalah PopInc. Layanan ini ditujukan untuk startup atau UKM yang mau mengurus izin perusahaan. Cukup mengisi shape, lalu PopLegal akan menyediakan dokumen-dokumen yang diperlukan. Selebihnya, PopLegal akan mengurus seluruh berkas-berkas administrasi lain sampai selesai, dengan jangka waktu kurang lebih satu bulan.

Berjalan tanpa promosi, raih ratusan pengguna

Menurut Dimas, saat ini PopLegal belum mengeluarkan biaya promosi untuk memasarkan produk, “karena saat ini target utama kami adalah untuk menyelesaikan seluruh sistem dengan sempurna sebelum dilepas ke pasar,” tambahnya.

Selama masa promosi free of charge ini, Dimas menyatakan bahwa PopLegal telah memiliki lebih dari 250 pengguna terdaftar dan 176 dokumen yang diunduh.

Startup lulusan GnB Accelerator angkatan kedua ini resmi beroperasi pada 22 Februari 2017. PopLegal didirikan oleh Dimas Prasojo yang kini memegang posisi President Director,Brilly Andro selaku VP of Innovation, dan Togi Pangaribuan yang berperan selaku Advisor.

PopLegal sendiri hingga saat ini telah berhasil mengantongi pendanaan sebesar US$a hundred and fifty ribu (sekitar Rp2 miliar).

“US$50 ribu didapat dari GnB Accelerator yang bekerjasama dengan Fenox Venture, dan US$a hundred ribu berasal dari beberapa angel investor yang juga merupakan advisor PopLegal dari segi prison dan bisnis,” jelas Dimas.

Menurut Dimas, tantangan terbesar yang dihadapi PopLegal saat ini adalah mengubah mind-set masyarakat tentang hukum. “Dari yang tadinya mahal dan ekslusif, menjadi murah dan terjangkau,” ujarnya.