China Buka Kesempatan Kerja Sama Perdagangan Bebas dengan Meksiko

China diberitakan buka kesempatan negosiasi perjanjian perdagangan bebas dengan Meksiko. Hal semacam ini diberitakan oleh kantor berita Xinhua berdasar pada pernyataan duta besar China untuk Meksiko.

Mengutip Reuters, Kamis (29/6/2017), peluang ini keluar di dalam ketidakpastian yang dihadapi Meksiko berkaitan hari esok perjanjian perdagangan bebas dengan Amerika Serikat.

Duta Besar China untuk Meksiko Qiu Xiaoqi menyebutkan, China bersedia untuk berdiskusi dengan Meksiko berkaitan perdagangan bebas.

Meski begitu, sampai sekarang ini belumlah ada diskusi yang berlangsung diantara ke-2 negara. Pernyataan itu dikemukakan Qiu pada suatu acara akademik di Mexico City.

” Jika kita menegosiasikan perjanjian perdagangan bebas, ini akan begitu berguna untuk pertukaran perdagangan diantara ke-2 negara. Tak ada kesusahan dari bagian China, ” tutur Qiu.

Menurut Qiu, Meksiko yaitu partner dagang paling besar ke-2 untuk China di lokasi Amerika Latin. Mengenai Chiba yaitu partner dagang paling besar ke-2 didunia untuk Meksiko.

” Ini yaitu jalinan yang begitu perlu serta kita mempunyai kebutuhan untuk memperdalam serta memperluas jalinan ini, ” terang Qiu.

Meksiko sendiri begitu menginginkan untuk melepas ketergantungan ekonominya dengan AS. Ini berkaitan dengan juga peluang pengetatan kebijakan perdagangan yang diberlakukan Presiden Donald Trump, mengingat dia berjanji membuat perlindungan lapangan kerja supaya tidak keluar dari AS.

China serta Meksiko sudah mempererat jalinan mulai sejak akhir th. kemarin. Ini searah dengan keluarnya AS dari perjanjian perdagangan global, termasuk juga Kerja Sama Kemitraan Trans-Pasifik (TPP).

61 % Customer China Lebih Suka Berbelanja ” On-line ”

Telah tidak diragukan sekali lagi kalau ekonomi digital berkembang dengan cepat di China. Diluar itu, sosial media juga dipakai dengan begitu luas di Negeri Gorden Bambu itu.

Studi paling baru yang di luncurkan Consumer Technology Association (CTA) bertopik Digital Lifestyles in China tunjukkan kalau terdapat banyak segi paling utama tingkah laku on-line oleh customer China.

Terkecuali untuk sosial media, kanal on-line juga dipakai customer China berkaitan preferensi berbelanja mereka serta mengkonsumsi content video.

” Cuma dalam satu dekade, China sudah berkembang serta mendatangkan bidang service on-line kelas dunia. Customer China juga begitu memakainya, ” kata Steve Koenig, direktur senior penelitian pasar CTA pada arena CES Asia 2017 di Shanghai, China minggu kemarin.

Koenig menerangkan, konektivitas membuat pola hidup customer China dengan lebih cepat serta dramatis dibanding negara-negara beda. Oleh karenanya, produsen barang mesti mengerti kalau koneksi mobile membuat jejaring personal, mengkonsumsi content, serta tingkah laku beli customer China.

Koenig mengungkap, customer China begitu menyukai berbelanja on-line. Temuan CTA, 61 % customer China mengakui lebih suka berbelanja on-line, dibanding cuma 11 % yang suka berbelanja ke toko fisik.

Nyaris semua atau 90 % customer China mengakui sempat berbelanja product lewat toko ritel on-line terkenal pada th. 2016 kemarin.

Tetapi, ada pula sebagian product yang disadari customer China tidak dapat dibeli dengan on-line. Beberapa produk itu diantaranya beberapa produk mahal yang perlu diliat, dipegang, atau dicoba sebelumnya dibeli.