Industri Penjaminan Ingin Lebih Berperan ke Akses Modal UKM – Aplikasi UMKM dan Sarana pendamping UMKM Konektifa

Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) telah mencoba meminta kepada pemerintah untuk meningkatkan terus peran industri untuk penjaminan dalam mendorong akses terhadap modal usaha kecil dan menengah (UMKM) yang saat ini dinilai kurang bankable. Aplikasi UMKM dan Sarana pendamping UMKM Konektifa

Ketua Asippindo Diding S Anwar mengatakan, saat ini belum ada peraturan yang mengatur dan melindungi industri penjaminan.

“UU (UU) dirasakan penting mengingat kawasan penjaminan sangat dibutuhkan oleh pelaku UMKM dalam rangka mengakses keterjangkauan program pemerintah yang menguntungkan masyarakat lebih aman lagi,” katanya di Jakarta, Selasa (20/5/2015) .

RUU Jaminan saat ini telah memasuki prolegnas DPR 2015 dan di dalamnya dianggap perlu untuk menyebutkan kewenangan perusahaan penjaminan. Karena garansi hanya bisa dilakukan penjaminan perusahaan.

Kebutuhan dukungan kepada UMKM, menurut dia, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2014 tercatat sebanyak 99 persen dari 57,54 juta pelaku usaha bergerak dalam skala kecil dan menengah.

BACA JUGA
Daftar Buruan, 3 BUMN Buka Pekerjaan Besar
Harga Tiket KAI Diskon di KATF, Ini adalah Rute
Top 3: Tiga BUMN Buka Pekerjaan
Bahkan UMKM menyumbang 59,08 persen dari produk domestik bruto (PDB) nasional dan menyerap 97,16 persen angkatan kerja di negara ini.

“Jaminan mampu memastikan industri keuangan tidak khawatir dengan ancaman kredit macet,” katanya.

Dia mengatakan, dengan meningkatnya peran industri penjaminan emisi mendorong pendalaman sektor keuangan Indonesia yang masih 20 persen.

Dengan industri penjaminan juga akan membuat keuangan Indonesia dan juga negara maju.

“Negara-negara Jepang dan Eropa, industri penjaminan adalah prasyarat dan penjaga terdepan dalam mengangkat ekonomi, di mana lembaga keuangan cukup sulit untuk menyediakan akses ke modal UMKM jika tidak dijamin oleh industri penjaminan,” katanya.